Perkuat Moderasi Beragama, MUI Sultra Dialog Antar Agama
Kendari, Jejarisultra.com,_Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara terus menjaga dan merawat kerukunan antar umat beragama di Bumi Anoa.
Turut hadir, Kakanwil Kementerian Agama Sultra, Kabinda, Kapolda Sultra, para tokoh agama lintas iman, para pimpinan Ormas keagamaan, Pimpinan Pondok Pesantren serta seluruh peserta Dialog Kerukunan Lintas Agama.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Tenggara melalui Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Sultra, Dr. H. Muh. Ikhsan AR., M.Ag menyampaikan, Sulawesi Tenggara adalah rumah besar bagi keberagaman. Di bumi yang sama, kita hidup sebagai pemeluk agama yang berbeda, tetapi kita berbagi satu takdir kebangsaan, satu ruang sosial, dan satu cita-cita untuk hidup damai dan bermartabat. Karena itu,
"Kerukunan bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan sejarah dan moral. Moderasi beragama adalah sikap yang menempatkan iman dan kemanusiaan dalam satu tarikan napas. Ia mengajarkan kita untuk teguh dalam keyakinan, namun lembut dalam pergaulan; kokoh dalam prinsip, namun lapang dalam perbedaan. Inilah jalan tengah yang menjadi kunci harmoni di tengah masyarakat majemuk seperti Sulawesi Tenggara,"ungkapnya, Sabtu, (24/1).
Dialog lintas agama yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi merupakan ruang perjumpaan hati dan pikiran. Kita datang bukan untuk menyeragamkan keyakinan, melainkan untuk meneguhkan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa dan sesama ciptaan Tuhan.
Sebagai Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Sulawesi Tenggara, saya memandang bahwa dialog seperti ini sangat strategis untuk merawat kepercayaan sosial, mengikis prasangka, serta membangun narasi kebangsaan yang inklusif dan berkeadaban. Terlebih di era digital hari ini, ketika ujaran kebencian dan disinformasi sering lebih cepat menyebar daripada pesan damai.
"Saya berharap akan lahir pemahaman bersama, kesepakatan moral, dan komitmen kolektif untuk terus menjaga Sulawesi Tenggara sebagai wilayah yang damai, toleran, dan rukun. Kerukunan bukan hanya tugas negara atau tokoh agama, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai warga masyarakat," Imbuhnya.(ksd)

