Perusda Aneka Usaha Kolaka dan Spirit Kepemimpinan Daerah Menuju “Golden Lider"
Oleh: Andri Ovianto
(Ketua JMSI Kolaka Raya)
Masuknya Perusda Aneka Usaha Kolaka sebagai nominasi penerima penghargaan “Golden Lider” dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) bukan sekadar prestasi administratif, melainkan cerminan transformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menuju entitas bisnis yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada pembangunan daerah.
Di tengah dinamika industri pertambangan nasional yang sarat tantangan, Perusda Aneka Usaha Kolaka menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah, khususnya dalam sektor pertambangan nikel. Kolaka yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil nikel strategis di Indonesia, membutuhkan pengelolaan sumber daya yang tidak hanya berorientasi keuntungan, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Di titik inilah peran Perusda Aneka Usaha Kolaka menjadi relevan dan strategis.
Sebagai BUMD yang bergerak di sektor pertambangan nikel, Perusda Aneka Usaha Kolaka tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis daerah, tetapi juga sebagai instrumen kedaulatan ekonomi lokal. Keberadaan perusahaan ini memberi peluang bagi daerah untuk ikut terlibat langsung dalam pengelolaan sumber daya alamnya, sehingga manfaat ekonomi tidak sepenuhnya mengalir keluar daerah.
Langkah ekspansi yang dilakukan Perusda Aneka Usaha Kolaka melalui pembentukan tiga anak perusahaan menjadi bukti keseriusan dalam membangun diversifikasi usaha. *PT Aneka Resources Mineral,* misalnya, hadir sebagai mitra tambang yang menangani pengangkutan ore nikel. Perusahaan ini berperan penting dalam mendukung rantai pasok industri pertambangan sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
Sementara itu, pembentukan *PT Aneka Rasa Mineral* dengan produk air mineral Monapa menunjukkan visi pengembangan usaha di luar sektor tambang. Diversifikasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan usaha di tengah fluktuasi harga komoditas tambang yang cenderung tidak stabil. Masuknya sektor industri air minum juga membuka peluang penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Tidak kalah penting, *PT Aneka Raya Multi Sarana* yang bergerak di bidang pengembangan perumahan dan properti menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap kebutuhan hunian masyarakat. Sektor properti bukan hanya soal bisnis, tetapi juga berkaitan dengan pembangunan kawasan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Nominasi penghargaan “Golden Lider” yang diberikan oleh JMSI tentu bukan tanpa alasan. Penghargaan tersebut umumnya diberikan kepada lembaga atau figur yang dinilai mampu menunjukkan kepemimpinan visioner, inovatif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Dalam konteks ini, Perusda Aneka Usaha Kolaka dinilai mampu menampilkan model pengelolaan BUMD yang modern dan progresif.
Namun, penghargaan bukanlah garis akhir. Justru nominasi ini menjadi tantangan moral bagi Perusda Aneka Usaha Kolaka untuk terus menjaga integritas, transparansi, dan profesionalisme dalam menjalankan roda perusahaan. Sektor pertambangan, khususnya nikel, seringkali berhadapan dengan isu lingkungan dan sosial. Oleh karena itu, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari sisi keuntungan finansial, tetapi juga dari komitmen terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Selain itu, penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance) menjadi faktor krusial agar BUMD mampu bersaing secara sehat dan profesional. Kepercayaan publik merupakan aset utama yang harus dijaga, terutama bagi perusahaan milik daerah yang membawa nama dan harapan masyarakat Kolaka.
Masuknya Perusda Aneka Usaha Kolaka dalam nominasi penghargaan nasional juga memiliki makna simbolis bagi daerah. Ini menunjukkan bahwa BUMD daerah mampu tampil kompetitif di tingkat nasional dan menjadi contoh bahwa pengelolaan potensi daerah dapat dilakukan secara profesional dan inovatif.
Pada akhirnya, Perusda Aneka Usaha Kolaka bukan sekadar perusahaan daerah, melainkan representasi semangat kemandirian ekonomi Kolaka. Jika dikelola dengan visi yang kuat, transparansi, dan keberpihakan kepada masyarakat, bukan tidak mungkin BUMD ini akan menjadi role model pengelolaan usaha daerah di Indonesia.
Nominasi “Golden Lider” menjadi momentum refleksi sekaligus motivasi. Sebuah pengakuan bahwa langkah yang ditempuh sudah berada di jalur yang tepat, sekaligus pengingat bahwa perjalanan menuju perusahaan daerah yang tangguh dan berdaya saing global masih terus berlanjut.
