Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE JEJARISULTRA.COM TEGAS DAN TERPERCAYA

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lokakarya Sistem Elektronik SPMI dan AMI – Quality Assurance (QAconnect) Menjadi Penutup Banpem SPMI Kelompok 16 Tahun 2025

Sabtu, 15 November 2025 | November 15, 2025 WIB Last Updated 2025-11-16T06:00:53Z

 


Lokakarya Sistem Elektronik SPMI dan AMI – Quality Assurance (QAconnect) Menjadi Penutup Banpem SPMI Kelompok 16 Tahun 2025


KENDARI,JEJARISULTRA.COM— Rangkaian Program Bantuan Pembinaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (Banpem SPMI) Tahun 2025 Kelompok 16 resmi berakhir melalui pelaksanaan Kegiatan ke-4: Lokakarya Sistem Elektronik Manajemen Dokumen SPMI dan Sistem Informasi AMI, yang digelar pada 13-14 November 2025 di Same Hotel Kendari. 


Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup dari empat tahapan program pembinaan mutu bagi delapan perguruan tinggi swasta di bawah koordinasi ISTEK Aisyiyah Kendari.

Kegiatan penutup ini diikuti oleh 40 peserta dari delapan perguruan tinggi swasta yang tergabung dalam kelompok Banpem SPMI: ISTEK Aisyiyah Kendari (Koordinator), STIKOM 22 Januari, Institut Dharma Bharata Grup, Universitas Karya Persada Muna Barat, ITBK Muna, ITBM Wakatobi, Institut Kesehatan dan Teknologi Buton Raya, serta Institut Teknologi Kelautan Buton. 


Berbeda dari kegiatan sebelumnya yang diikuti 32 orang, lokakarya ini turut melibatkan perwakilan IT masing-masing perguruan tinggi untuk mendukung implementasi sistem mutu digital.

Ketua Pelaksana, Venia Oktafiani, S.K.M., M.Sc. menjelaskan bahwa dalam lokakarya ini, para peserta dilatih secara langsung menggunakan QA-Connect, sebuah sistem manajemen mutu digital yang dikembangkan oleh Universitas Kristen Petra sejak tahun 2022. Melalui platform tersebut, peserta mempraktikkan pengunggahan dokumen-dokumen SPMI, mulai dari standar, manual, hingga formulir evaluasi. Selain itu, peserta juga diajak menjalankan proses Audit Mutu Internal (AMI) secara elektronik, termasuk pengisian instrumen, review, hingga penyusunan tindak lanjut melalui dashboard QA-Connect. 


Sesi ini sekaligus menjadi tahap integrasi seluruh hasil kegiatan Banpem, mulai dari penyusunan standar, pengendalian mutu, hingga pelaksanaan evaluasi. 


Pada saat penutupan acara, Dr. Jenny Mochtar, M.A., Kepala BPM Universitas Kristen Petra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi peserta atas komitmen dan partisipasi aktif selama empat kegiatan berlangsung. 


Ia menegaskan bahwa transformasi digital mutu melalui QA-Connect hanya akan berhasil jika didukung oleh kolaborasi yang berkelanjutan. Dr. Jenny juga berharap agar hubungan kerja sama antara UK Petra dan perguruan tinggi peserta tidak berhenti setelah program Banpem selesai, tetapi terus berkembang dalam bentuk pendampingan, diskusi, dan saling berbagi praktik baik.


Acara kemudian dilanjutkan dengan kesan dan pesan perwakilan peserta yang disampaikan oleh Ikhsan Dwianto, S.Kep., M.KM dari Universitas Karya Persada Muna Barat. Ia mengapresiasi empat rangkaian kegiatan Banpem SPMI yang menurutnya sangat membantu perguruan tinggi dalam memahami regulasi terbaru, menyusun standar, melaksanakan AMI, hingga menggunakan QA-Connect untuk memperkuat budaya mutu.


Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor ISTEK Aisyiyah Kendari, Prof. Dr. Kuraedah, M.Ag., mewakili Rektor Prof. Mashuni, S.Si., M.Si.Selain Rektor dan wakil Rektor ISTEK Aisyiyah Kendari penutupan tersebut juga dihadiri oleh Ketua BPH ISTEK Aisyiyah Kendari, Dra. Hj. Marlina Gazali, M.Pd.I, serta Kepala Biro Keuangan dan Kepegawaian, Rosmini, S.Si., M.Pd. Kehadiran pimpinan menunjukkan dukungan penuh institusi terhadap penguatan sistem penjaminan mutu dan implementasi mutu digital di perguruan tinggi.


Acara penutupan berlangsung dengan khidmat melalui pembacaan doa, penyerahan sertifikat, dan sesi foto bersama seluruh peserta dan narasumber.


Pada akhir rangkaian, Ketua Pelaksana Venia Oktafiani menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemdiktisaintek, LLDIKTI Wilayah IX, Universitas Kristen Petra, para narasumber, serta seluruh peserta dari delapan perguruan tinggi yang telah berpartisipasi aktif. “Program ini dapat berjalan sukses karena dukungan dan komitmen semua pihak. Semoga menjadi langkah besar dalam memperkuat budaya mutu di perguruan tinggi kita masing-masing,” tutupnya. 

×
Berita Terbaru Update